0

ODCT (One Day Crazy-Gokil Trip)---Part 2

PROMTHEP CAPE SUNSET VIEW

Setelah seharian asyik menikmati keindahan paradise beach, kami meneruskan perjalanan untuk menikmati sunset di promthep cape. Ini merupakan Sunset View Point dimana kita bisa menikmati sunset terbaik di phuket. Pemandangan di sepanjang perjalanan sangat menakjubkan, jadi mengingatkan kami akan indahnya perbukitan di Padang, Sumatera Barat, yaa mirip memang.



Kami tidak mengira bahwa akan ada banyak sekali orang disini, karena memang tempat ini adalah spot favorit para wisatawan baik lokal maupun macanegara untuk menikmati terbenamnya sang surya di horizon. Terlepas dari itu, pemandangannya begitu menakjubkan, bagai lukisan tuhan yang artistik, sempurna, tidak lupa kami abadikan dengan ber-foto ria.

AFTER BEACH BAR

Perjalanan kami akhiri dengan santap malam dan bersantai ria di sebuah ocean view bar and restaurant tak jauh dari Kata beach. Terletak di tepi bukit, after beach bar merupakan restaurant and bar ber-nuansa reggae yang paling santai di phuket. Berbincang ria ditemani segelas kopi panas, menyantap hidangan seafood yang lezat, memandang indahnya bulan sabit, diiringi dengan alunan musik Bob Marley, kami pun menutup hari dengan senyum J.

0

ODCT (One Day Crazy-Gokil Trip)---Part 1

Post kali ini akan menceritakan tentang Idul Fitri Celebration ala Phuket by Dimas.
Sayang nya, Ntid gak bisa ikutan kita karena dia udah balik duluan dan ngerayain Lebaran bareng keluarganya di Balikpapan. Tapi buat kita2 yang lebaran disini juga gak kalah SERU~~. Berbagi suka cita bersama di Hari Suci Kemenangan, walopun kangen keluarga di rumah, ketupat, dan nastar, tapi menjadikan kita lebih dekat dan mengenal satu sama laen. Nikmatin aja...iya gak Bro!

LEBARAN ON PHUKET ISLAND

Phuket mendapat julukan “THE PEARL OF ANDAMAN” bukan lah tanpa alasan, “kilau” pesona dan ke “molekan” pulau yang berhadapan langsung dengan laut Andaman ini memang sudah sekian lama memikat hati para wisatawan – yang menjadikan phuket sebagai “pioneer” pariwisata andalan Thailand. Surga tropis di sebelah selatan negeri gajah putih ini ini bagaikan magnet yang selalu menarik para pelancong untuk datang, menikmati halusnya pasir putih, berjemur dibawah teriknya mentari musim panas , memandang “magis”nya sunset, menjelajahi gugusan kepulauan dengan batuan raksasa yang menjulang tinggi, snorkeling atau mencicipi gemerlap dunia malam yang seakan tanpa henti, itulah aktivitas andalan yang biasa dilakukan para wisatawan sejak beberapa dekade yang lalu. Sentra pariwisata terletak di sebelah barat – pantai Ao bang tao, panta surin,pantai kamala, pantai patong, kata, karon, rawai— coba telusuri bagian utara pulau menuju ke selatan dan anda akan menikmati indahnya pantai2 berpasir putih kelas dunia dengan segala atraksi dan keunikannya, melewati rute jalan yang berliku dan di dominasi oleh perbukitan yang membuat perjalanan semakin menantang disertai indahnya pemandangan yang begitu memanjakan mata.

THE JOURNEY BEGINS

Masyarakat muslim Phuket berjumlah 15% persen dari total populasi penduduk pulau tersebut, yang menjadikan Phuket sebagai daerah dengan penduduk muslim terbesar di Thailand. Itulah mengapa tidak terlalu sulit bagi kami untuk mencari masjid untuk solat Ied dan merayakan hari Idul Fitri. Bahkan, setelah selesai solat, kami diundang untuk bersilaturahmi di salah seorang rumah penduduk yang terletak di perkampungan muslim di belakang Masjid. Alhamdulillah masih bisa merasakan indahnya bersilaturahmi dan merayakan hari kemenangan.

PARADISE BEACH

Setelah solat Idul Fitri dan bersilaturahmi dengan warga muslim setempat kami bergegas untuk menjelajahi bagian barat dan selatan Phuket. Berbekal buku panduan Lonely Planet dan mengendarai mobil sedan –yang kami sewa seharga 800Bht/hari— perjalanan dimulai dari Phuket Town menuju Patong , “paradise beach” lebih tepatnya.

Berjarak sekitar 15 menit atau kira2 5km dari patong, rute yang ditempuh untuk mencapai paradise beach cukup menegangkan. Kami harus melalui jalan dengan tanjakan terjal dan berlika –liku serta beberapa kali menghela napas karena takut mobil tidak kuat ‘’mendaki’.

Paradise beach merupakan private property yang dikelola penduduk lokal dimana kita harus membayar 100Bht sebagai tiket masuk. Bayar? Tidak masalah, anggap lah kita membantu ekonomi penduduk setempat. Sebetulnya pantai ini tidak terlalu istimewa, masih kalah indah dengan pantai2 yang ada di Indonesia, tetapi kebersihannya patut di apresiasi, ya memang sangat bersih dan airnya sebening kristal, penduduk setempat tahu bagaimana menjaga pantai “private’’ mereka ini tetap ‘’PRIVATE’’. Kebersihan dan servis yang diberikan menjadikan pantai ini sebagai brand yang berbeda dengan pantai lainnya yang sudah terlalu ramai dan terlihat agak kotor. Jadi bagi mereka yang menginginkan ketenangan, paradise beach is the real proper paradise.


0

New Member Kitaaa


Setelah susah payah, ribet2, sampe geregetan ngurusin dokumen2 dari Thavorn buat ngirim Bolang yang satu inih, dan akhir nyaaaaaa, hari Kamis 2 September 2010 personal ke-6 kita sampe jugaaaa!



Dimas Dwi Lasetio a.k.a Dimas dari ABFI Perbanas Jakarta.
Kenapa kita sebut si Bolang (Bocah Petualang) ? Karena emang anaknya
gak bisa diem dan hobi banget Traveling. Segudang pengalaman organisasi, dan wisata domestik pantai2 Indonesia menjadikan dia "penasaran" kayak apa sih pantai di negri orang. Sekaligus menyalurkan hobinya yaitu Jalan-jalan ala Backpacker. Mudah-mudahan 5 bulan magang cukup buat dia, and last,

Welcome to The SUNNY Phuket!
Back to Top