0

ODCT (One Day Crazy-Gokil Trip)---Part 1

Post kali ini akan menceritakan tentang Idul Fitri Celebration ala Phuket by Dimas.
Sayang nya, Ntid gak bisa ikutan kita karena dia udah balik duluan dan ngerayain Lebaran bareng keluarganya di Balikpapan. Tapi buat kita2 yang lebaran disini juga gak kalah SERU~~. Berbagi suka cita bersama di Hari Suci Kemenangan, walopun kangen keluarga di rumah, ketupat, dan nastar, tapi menjadikan kita lebih dekat dan mengenal satu sama laen. Nikmatin aja...iya gak Bro!

LEBARAN ON PHUKET ISLAND

Phuket mendapat julukan “THE PEARL OF ANDAMAN” bukan lah tanpa alasan, “kilau” pesona dan ke “molekan” pulau yang berhadapan langsung dengan laut Andaman ini memang sudah sekian lama memikat hati para wisatawan – yang menjadikan phuket sebagai “pioneer” pariwisata andalan Thailand. Surga tropis di sebelah selatan negeri gajah putih ini ini bagaikan magnet yang selalu menarik para pelancong untuk datang, menikmati halusnya pasir putih, berjemur dibawah teriknya mentari musim panas , memandang “magis”nya sunset, menjelajahi gugusan kepulauan dengan batuan raksasa yang menjulang tinggi, snorkeling atau mencicipi gemerlap dunia malam yang seakan tanpa henti, itulah aktivitas andalan yang biasa dilakukan para wisatawan sejak beberapa dekade yang lalu. Sentra pariwisata terletak di sebelah barat – pantai Ao bang tao, panta surin,pantai kamala, pantai patong, kata, karon, rawai— coba telusuri bagian utara pulau menuju ke selatan dan anda akan menikmati indahnya pantai2 berpasir putih kelas dunia dengan segala atraksi dan keunikannya, melewati rute jalan yang berliku dan di dominasi oleh perbukitan yang membuat perjalanan semakin menantang disertai indahnya pemandangan yang begitu memanjakan mata.

THE JOURNEY BEGINS

Masyarakat muslim Phuket berjumlah 15% persen dari total populasi penduduk pulau tersebut, yang menjadikan Phuket sebagai daerah dengan penduduk muslim terbesar di Thailand. Itulah mengapa tidak terlalu sulit bagi kami untuk mencari masjid untuk solat Ied dan merayakan hari Idul Fitri. Bahkan, setelah selesai solat, kami diundang untuk bersilaturahmi di salah seorang rumah penduduk yang terletak di perkampungan muslim di belakang Masjid. Alhamdulillah masih bisa merasakan indahnya bersilaturahmi dan merayakan hari kemenangan.

PARADISE BEACH

Setelah solat Idul Fitri dan bersilaturahmi dengan warga muslim setempat kami bergegas untuk menjelajahi bagian barat dan selatan Phuket. Berbekal buku panduan Lonely Planet dan mengendarai mobil sedan –yang kami sewa seharga 800Bht/hari— perjalanan dimulai dari Phuket Town menuju Patong , “paradise beach” lebih tepatnya.

Berjarak sekitar 15 menit atau kira2 5km dari patong, rute yang ditempuh untuk mencapai paradise beach cukup menegangkan. Kami harus melalui jalan dengan tanjakan terjal dan berlika –liku serta beberapa kali menghela napas karena takut mobil tidak kuat ‘’mendaki’.

Paradise beach merupakan private property yang dikelola penduduk lokal dimana kita harus membayar 100Bht sebagai tiket masuk. Bayar? Tidak masalah, anggap lah kita membantu ekonomi penduduk setempat. Sebetulnya pantai ini tidak terlalu istimewa, masih kalah indah dengan pantai2 yang ada di Indonesia, tetapi kebersihannya patut di apresiasi, ya memang sangat bersih dan airnya sebening kristal, penduduk setempat tahu bagaimana menjaga pantai “private’’ mereka ini tetap ‘’PRIVATE’’. Kebersihan dan servis yang diberikan menjadikan pantai ini sebagai brand yang berbeda dengan pantai lainnya yang sudah terlalu ramai dan terlihat agak kotor. Jadi bagi mereka yang menginginkan ketenangan, paradise beach is the real proper paradise.


0 comments:

Back to Top